Desain Rumah Mungil yang Asri dan Artistik

Desain Rumah Mungil – Saat ini pertumbuhan dan perkembangan dunia property dimana-mana sungguh sangat pesat bagai tanpa batas sesuai dengan design-nya. Hal ini ditandai dengan banyaknya perkembangan dan pembangunan unit-unit property untuk semua kalangan masyarakat, seperti untuk apartemen atau kondominium ekslusif serta hotel-hotel yang super mewah atau pembangunan rumah-rumah mungil yang sederhana namun sangat berdayaguna juga nyaman dan berkesan.

Bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhan dunia property tersebut di atas, kebutuhan masyarakat akan berbagai rumah sekarang ini sangat tinggi dansangat bervariatif. Jika memiliki dana (anggaran) yang minimalis dan terjangkau, cukup membeli rumah yang termasuk jajaran middle end yang sangat terjangkau sesuai dengan budgeting yang tersedia. Selain itu, rancangan rumah mungil atau rumah sederhana pun bisa dijadikan pilihan untuk dapat mewujudkan keinginan memiliki sebuah rumah asri dan indah juga nyaman. Hampir semua pengembang property pada menawarkan kavling-kavling atau produk-produk rumah mungil atau rumah sederhana yang sangat mendukung hidupnya. Hal ini disebabkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rumah idaman yang ramah lingkungan bagi kehidupan lingkungannya. Oleh karena itu, dalam waktu singkat mampu menjual ratusan bahkan ribuan unit rumah yang ramah lingkungan.

Desain Rumah Mungil yang Asri dan Artistik

Namun, masalah lain biasanya tanpa disengaja pada dapat muncul. Banyak para pengembang pada memanfaatkan momentum-momentum tersebut dengan membangun fasilitas dan lingkungan yang ala kadarnya seperti yang terlihat pada banyak kasus disekitar lingkungan kita semua, contohnya Rumah Sangat Sederhana (RSS) yang telah tersebar disekitar lingkungan kita. Pro dan kontra pula bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhannya masing-masing itu dalam lingkungan hidup bermasyarakat yang semakin homogen dan komplex.

Mendeskripsikan rumah-rumah mungil dengan kondisi seperti itu sudah waktunya untuk dapat diubah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Konsumen adalah raja. Manusia harus diperlakukan dan diberikan pelayanan yang terbaik dan berkesan dalam hidupnya. Tentunya, kepemilikan sebuah rumah harus indah, sehat, asri, dan bersahabat dengan lingkungan disekitarnya dan/atau ramah lingkungan. Itulah yang menjadi sebuah “kunci” dalam mengembangkan dan membangun sebuah rumah dengan ukuran apa saja, termasuk membangun atau memilih rumah mungil /minimalis. Rumah-rumah mungil yang dipasarkan para pengembang (Developer) biasanya memiliki luas maksimal 100 meter persegi dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan design-nya itu, misalnya 6 x 15, 7 x 15, atau 8 x 12 meter persegi dengan bentuk bangunan standar namun sangat berdayaguna.

Asri, Indah dan Nyaman tidak harus selalu mahal harganya. Desain yang kreatif, arif, dan ramah lingkungan juga cerdas dari seorang arsitek yang dapat mampu mewujudkan rumah mungil yang hemat bahan bangunan dan menyiasati segala keterbatasan yang tersedia, baik dalam hal dana (anggaran) maupun lahan yang tersedia. Konsep indah dan asri inilah yang bisa diterjemahkan dan dikondisikan dalam bentuk denah (Lay Out) rumah yang lugas dan mudah pemeliharaannya yang terintegratif. Keterbatasan lahan mendorong pembangunan dan pengembangan rumah-rumah mungil semakin meningkat tergantung dari kreativitas dan kemampuan men-design atas dasar lahan yang tersedia.

Dalam konsep rumah-rumah minimalis, denah dengan ruang terbuka dan minim dinding pembatas akan membuat ruang terasa lapang. Penggabungan yang terintegrasi fungsi ruang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni yang bersangkutan. Garasi, teras, halaman, dan taman depan difungsikan sebagai ruang tamu terbuka dan nyaman, ruang bermain anak-anak, parkir kendaraan, bahkan rapat RT/RW dan/atau para kolega. Sementara itu, ruang dalam rumah dioptimalkan sebagai ruang keluarga dan ruang makan, perpustakaan sesuai dengan kebutuhan bersama. Fungsi ruang keluarga, ruang belajar / perpustakaan pribadi, dan kamar tidur anak-anak juga dapat ditempatkan di lantai atas hingga ke kolong atap (attic) yang masih dapat terlindungi. Taman dan teras bagian belakang dapat difungsikan sebagai ruang makan terbuka dan segar, ruang keluarga, dan ruang belajar anak-anak, dengan waktu berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *